PENALARAN DALAM MATEMATIKA
Secara umum pengertian penalaran adalah proses
berpikir berdasarkan pengamatan alat indera secara logis. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian penalaran adalah hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan
perasaan atau pengalaman. Sedangkan nalar adalah aktivitas yang memungkinkan
seseorang berpikir logis.
Terdapat 2 macam penalaran yang terdapat di dalam matematika, yaitu :
PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif memainkan peran penting dalam pengembangan dan penerapan matematika. Sebagai fakta, penemuan matematika ada pula yang berawal dari suatu penarikan kesimpulan dengan menerapkan panalaran induktif.
Penalaran induktif adalah suatu kegiatan atau proses atau aktivitas berpikir yang dilakukan untuk menarik kesimpulan atau membuat sebuah pernyataan baru yang bersifat umum berdasarkan pernyataan khusus yang dianggap benar. dengan kata lain penalaran induktif adalah suatu proses berpikir dengan menghubungkan fakta khusus yang sudah terbukti menuju penarikan kesimpulan yang bersifat umum. (khusus-umum)
Di dalam penalaran induktif biasanya mengambil sebuah kesimpulan dari premis umum seperti pengamatan, data, atau fakta. Kemudian mengambil kesimpulan dengan spesifik atau hipotesis.
Contoh nya adalah sebagai berikut;
Contoh 1
Premis 1 : kucing mempunyai mata.
Premis 2 :
buaya mempunyai mata.
Premis 3 : burung mempunyai mata.
Kesimpulan :
setiap hewan mempunyai mata.
Contoh 2
Premis 1 : manusia membutuhkan
minum.
Premis 2 : hewan membutuhkan
minum.
Premis 3 : tumbuhan
membutuhkan minum.
Kesimpulan : semua mahluk hidup membutuhkan minum.
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran deduktif merupakan suatu cara penarikan kesimpulan yang
bersifat khusus dari hal-hal atau kasus- kasus yang bersifat umum. (umum-khusus)
Penalaran deduktif bersifat silogisme yaitu berdasarkan argumen yang terdiri
dari premis-premis dan kesimpulan, dimana hubungan antara premis-premis dengan
kesimpulan merupakan hubungan yang tidak terpisahkan satu sama lain.
Inti penalaran deduktif adalah pada tepat atau tidaknya hubungan antara
premis-premis dan kesimpulan. Kesimpulan ditarik dengan menganalisa
premis-premis yang sudah ada. Kesimpulan sesungguhnya telah tersirat dalam
premis-premisnya. Oleh karena itu penalaran deduktif bersifat tautologis.
Contoh nya adalah sebagai berikut;
Contoh 1
Premis 1 ; orang
yang menderita penyakit demam berdarah akan mengalami turunnya trombosit
Premis 2 : malio
menderita penyakit demam berdarah.
Kesimpulan ;
malio mengalami turunnya trombosit.
Contoh 2
Premis 1 ; semua
kendaran bermotor perlu bahan bakar.
Premis 2 : motor
adalah kendaraan.
Kesimpulan ;
motor perlu bahan bakar.
DAFTAR PUSTAKA
Kompas.com. 2022. “No Title.” Retrieved
(https://www.kompas.com/skola/read/2022/04/04/151500169/penalaran-deduktif-dan-induktif--pengertian-serta-contohnya).
Lovell, Jim, Logie Baird, King Cole, Elvis Presley, Robert Ballard, and
Graham Bell. 2005. “Unit 6 Unit 6.” 1–24.
Comments
Post a Comment