SEJARAH ANGKA 0 Part. 2

Seperti yang sudah dijelaskan dari sejarah singkat mengenai konsep angka nol, maka bisa dibilang bahwa ada dua orang ahli matematika yang berperan besar dalam menemukan sekaligus mengembangkan angka nol, yaitu Brahmagupta dan Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi.

1. Brahmagupta



Hampir semua orang mengenal penemu angka nol adalah Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi atau lebih dikenal dengan nama Al-Khawarizmi, tetapi menurut catatan sejarah yang ada bahwa penemu angka nol untuk pertama kalinya berasal dari seorang ilmuwan matematika yang berasal dari India. Ilmuwan matematika tersebut bernama Brahmagupta, ia diperkirakan lahir pada tahun 598 Masehi. Bahka, beliau bukan hanya memiliki pengaruh terhadap bidang matematika saja, tetapi diyakini memiliki peran dalam perkembangan astronomi.

Brahmagupta semakin terkenal namanya sejak menulis sebuah buku dengan judul Brahma Sphuta Siddhanta atau jika diartikan berarti “Doktrin Brahma yang Didirikan dengan Benar”. Buku tersebut berisi tentang dunia astronomi terutama dalam penghitungan pergerakan bintang. Kemungkinan besar karya tersebut ditulis oleh Brahmagupta di Bhillamala yang pada masa itu merupakan ibu kota dari Dinasti Gurjara-Pratihara.

Buku yang telah ditulisnya, membuat nama Brahmagupta semakin dikenal oleh bangsa Arab karena bukunya diterjemahkan (diperkirakan sekitar 771 Masehi) ke dalam bahasa Arab atau lebih tepatnya diterjemahkan di wilayah Baghdad. Ternyata, buku yang telah diterjemahkan menjadi salah pemicu bagi para ilmuwan Arab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan matematika serta astronomi Islam.

Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan ternyata bukan hanya seputar astronomi saja, tetapi Brahmagupta juga sangat tertarik dengan dunia matematika. Di dalam buku yang telah ditulisnya (Brahma Sphuta Siddhanta), terdapat beberapa bab yang membahas tentang matematika, seperti pada bab 12 dan bab 18. Pada kedua bab tersebut dengan khusus, Brahmagupta menulis tentang dasar-dasar matematika India, pati ganita (matematika prosedur atau lebih dikenal algoritma) dan bija ganita  (matematika benih atau persamaan). Beliau juga membahas tentang aritmatika. Oleh sebab itu, pada bab 12 diberi nama “matematika”.

Sementara itu, pada bab 18, Brahmagupta lebih menekankan terhadap kualifikasi untuk menjadi seseorang yang ahli dalam bidang matematika atau kalkulator (ganaka). Bab 18 ini diberi nama bab “penghancur” karena sesuai dengan pembahasan yang ada di dalam bab 18, yaitu “kualifikasi untuk menjadi ahli matematika”. Namun, beberapa pendapat mengatakan bahwa dinamai bab “penghancur” karena pada masa itu belum ada nama khusus untuk membahas bidang tersebut (aljabar).

Ketertarikannya dalam dunia matematika bukan sampai di situ saja, Brahmagupta juga membahas tentang teori geometri, cara menghitung luas segitiga, dan cara menghitung keliling lingkaran. Bahkan, Brahmagupta juga berperan dalam menemukan dan mendefinisikan angka nol. Berkat beliau, angka nol yang pada awalnya tidak memiliki nilai menjadi memiliki nilai yang bisa dibilang cukup berarti. Oleh karena itu, hingga saat ini angka nol dalam matematika memiliki peran yang cukup penting, seperti sebagai bilangan real, bilangan bulat, dan sebagainya.

Tidak hanya itu, Brahmagupta di dalam bukunya yang berjudul Brahma Sphuta Siddhantamenjelaskan tentang angka dengan nilai positif dan angka yang bernilai negatif. Angka positif dan negatif merupakan angka yang hingga saat ini kita gunakan, baik dalam ilmu pendidikan atau kegiatan sehari-hari.

Angka positif dan angka negatif dalam perkalian akan menghasilkan, seperti jika angka positif dikali angka negatif akan menghasilkan angka negatif, jika angka negatif dikali dengan angka negatif akan menghasilkan angka positif, dan jika angka positif dikali dengan angka positif akan menghasilkan angka positif.

Brahmagupta diperkirakan meninggal dunia sekitar tahun 665 Masehi. Selain menulis buku Brahma Sphuta Siddhanta, Brahmagupta juga menulis sebuah buku yang membicarakan banyak hal tentang astronomi yang menggunakan suatu sistem Aryabhata. Sistem Aryabhata ini dimulai pada setiap hari serta dimulainya pada tengah malam.


Comments