SEJARAH ANGKA 0 Part. 3

 2. Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi

Penemu angka nol

Konsep angka nol yang mulai dikenal oleh orang banyak di daratan Eropa berasal dari kitab yang ditulis oleh Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi yang berjudul Al-Jami wa Al-Tafriq bi Hisab Al-Hind. Beliau dalam dunia Barat lebih dikenal dengan nama Al-Khawarizmi, Algoritmi, Al-Gorismi, dan nama-nama lainnya. Al-Khawarizmi merupakan seseorang ahli matematika yang berasal dari Persia dan ia lahir di Khawarizm atau sekarang dikenal sebagai Khiva (salah satu wilayah dari Uzbekistan). Beliau lahir sekitar tahun 780 Masehi.

Berdasarkan catatan sejarah, Al-Khawarizmi diperkirakan hidup di masa kepemimpinan Khalifah Al-Ma’mun. Khalifah Al-Ma’mun memimpin dinasti Abbasiyah mulai dari tahun 813 Masehi hingga 833 Masehi. Selama masa kepemimpinannya, Al-Ma’mun mulai sangat suka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga ia membuka suatu tempat penelitian ilmu pengetahuan di kota Baghdad dan tempat penelitian itu diberi nama Bayt Al-Hikmah. Di tempat penelitian itulah, Al-Khawarizmi mulai membangun karirnya sebagai seorang ilmuwan dalam bidang matematika. Selain itu, Al-Khawarizmi juga bekerja sebagai anggota dari Bayt Al-Hikmah.

Sebelum mengembangkan konsep angka nol yang bisa digunakan hingga saat ini, Al-Khawarizmi sudah lebih dulu mengembangkan teori aljabar. Berkat pengembangan teori aljabar itu, nama Al-Khawarizmi semakin dikenal oleh banyak orang, sehingga beliau dijuluki sebagai “Bapak Aljabar”. Beliau mencatat semua tentang aljabar di dalam bukunya yang berjudul Al-Kitab Al-Jabr Wa Al-Muqalaba yang jika diartikan ke dalam bahasa Latin menjadi The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing.

Setelah menciptakan dan membuat buku tentang aljabar, Al-Khawarizmi yang tertarik terhadap dunia matematika mulai mengembangkan kegunaan dari setiap angka yang ada termasuk angka nol. Beliau menulis semua hal itu ke dalam sebuah karya Aritmatika dengan kitab yang berjudul Al-Jam’a wa Al-Tafriq bi Al-Hisab Al-Hindi. Dalam bahasa Latin, kitab yang ditulis oleh Al-Khawarizmi berjudul The Book of Addition and Subtraction by the Method of Calculation of the Hindus. Di dalam kitab itu, Al-Khawarizmi menjelaskan tentang kegunaan angka yang dimulai dari angka 1 hingga angka 9. Selain itu, Al-Khawarizmi juga mengembangkan kegunaan dari angka nol.

Di dalam kitab yang ditulisnya, Al-Khawarizmi bukan hanya membahas kegunaan dari angka 1 hingga angka 9 dan angka nol saja, tetapi juga membahas tentang asal-usul dari setiap angka dan sejarah dari angka-angka itu sendiri. Berkat penelitian yang telah dilakukan Al-Khawarizmi, maka bangsa Eropa mulai mempelajari kegunaan dari angka nol. Mereka mempelajari kegunaan angka nol agar lebih mudah untuk menghitung angka puluhan, angka ratusan, angka ribuan, dan seterusnya.

Oleh sebab itu, penggunaan angka nol dalam bahasa Arab, Shifr mulai diserap  ke dalam beberapa bahasa negara Eropa, seperti negara Perancis yang mengubah kata Shifr menjadi kata Chiffre. Kemudian, dalam bahasa Jerman, kata Shifr menjadi kata Ziffer dan dalam bahasa Inggris menjadi kata Cipher. Bukan hanya, penggunaan angka 1 hingga 9 dan angka nol (0) saja yang dikembangkan oleh Al-Khawarizmi, tetapi beliau juga mengembangkan sekaligus memperkenalkan tanda-tanda negatif yang ada di mana pada saat itu belum banyak digunakan oleh ilmuwan Arab. 

Al-Khawarizmi menghembuskan napas terakhirnya sekitar tahun 850 Masehi di Baghdad. Meskipun Al-Khawarizmi sudah meninggal dunia, tetapi berkat konsep angka nol yang telah dikembangkannya memudahkan kita dalam mempelajari dan menghitung hal-hal yang ada dikehidupan kita terutama yang ada di dalam ilmu matematika. Selain itu, kita juga lebih mengetahui tentang betapa pentingnya angka nol dalam studi ilmu pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA 

https://www.gramedia.com/literasi/penemu-angka-nol/

Comments